5 Kondisi dan Penyakit yang Bisa Dideteksi dari Urine

5 Kondisi dan Penyakit yang Bisa Dideteksi dari Urine

lifetrick.id – 5 Kondisi dan Penyakit yang Bisa Dideteksi dari Urine. Tes kencing adalah teknik yang dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda. Ada beberapa penyakit yang memerlukan penilaian menggunakan kencing. Dengan cara ini, kadang-kadang spesialis meminta tes kencing untuk mendukung tes untuk penyakit tertentu.

Selain dapat mengidentifikasi masalah medis, tes kencing juga dapat mengidentifikasi kondisi lain, seperti kehamilan. Selanjutnya adalah klarifikasi lima keadaan dan penyakit yang dapat dibedakan dari kencing.

1. Deteksi kehamilan

Banyak yang pasti menyadari bahwa air seni dapat digunakan untuk mengidentifikasi kehamilan. Metode dasar untuk membuat tes kehamilan dengan menggunakan test pack dapat digunakan secara bebas di rumah.

Kencing dapat digunakan untuk mengenali kehamilan karena kandungan kimia human chorionic gonadotropin (hCG). Tubuh akan mengirimkan hCG kimia setelah telur yang disiapkan bergabung dengan dinding rahim.

2. Deteksi narkoba

Beberapa tempat kerja dan sekolah tertentu menggunakan tes narkoba sebagai bagian dari negara bagian. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium dan di kantor kesehatan, misalnya puskesmas atau klinik kesehatan yang memberikannya.

Tes narkoba melalui tes kencing adalah cara yang sering digunakan untuk melihat apakah seseorang mengonsumsi obat-obatan terlarang. Diungkapkan oleh WebMD, ketika seseorang menggunakan obat-obatan tertentu, obat tersebut akan mengalir ke seluruh tubuh dan metabolit lainnya akan dikeluarkan melalui urin. Kehadiran metabolit yang terlihat ini memungkinkan kencing digunakan untuk memutuskan apakah seseorang menggunakan obat-obatan terlarang atau tidak.

3. Deteksi penggunaan obat doping pada atlet

Tidak hanya digunakan untuk lokasi obat dan mengidentifikasi penyakit tertentu, kencing juga dapat digunakan untuk memastikan pesaing tidak mengambil jenis obat tertentu. Salah satu jenis obat yang dilarang digunakan oleh pesaing adalah steroid anabolik.

Clinical News Today masuk akal bahwa pembatasan penggunaan obat-obatan pendukung eksekusi telah dikendalikan oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Boikot direncanakan dengan tujuan agar semua pesaing dapat bersaing secara wajar. Menambahkan data dari Healthdirect, penggunaan obat-obatan untuk lebih mengembangkan kinerja selama olahraga tidak hanya terbatas karena menyebabkan keluarnya koordinat tetapi juga karena ada kemungkinan kesehatan yang lebih serius.

4. Deteksi diabetes

Selain menggunakan tes darah, diabetes juga dapat dibedakan dengan tes kencing. MedlinePlus masuk akal, dalam keadaan biasa, sangat sedikit atau tidak ada glukosa yang dikenali dalam kencing.

Bergantian, dalam keadaan glukosa tinggi, ginjal akan mengeluarkan banyak glukosa dalam urin. Oleh karena itu, jika kadar glukosa dalam urin tinggi, kadar glukosa dalam darah juga bisa tinggi sehingga bisa menjadi indikasi seseorang menderita diabetes. Jika kadar glukosa dalam urin tinggi, tes darah akan diperiksa kadar gula untuk memastikannya kembali.

5. Deteksi infeksi saluran kemih

Beberapa penyakit dapat dikenali dengan tes kencing, termasuk infeksi saluran kemih. Diumumkan oleh Urology Care Foundation, kontaminasi saluran kemih dapat terjadi ketika mikroba dari organ dalam masuk dan mencemari saluran kemih. Dalam keadaan umum, mikroorganisme atau entitas organik yang berbeda, misalnya, pertumbuhan atau parasit tidak ada dalam urin sehingga tidak menyebabkan kondisi medis.

Ada banyak mikroorganisme di vagina, usus besar, dan kulit. Ketika mikroorganisme ini masuk ke saluran kemih, mereka dapat menyebabkan penyakit seperti penyakit saluran kemih.

Mikroorganisme penyebab kontaminasi saluran kemih akan muncul bersama urin sehingga dapat dibedakan pada uji fasilitas penelitian. Selain itu, peningkatan trombosit putih pada tes kencing juga menunjukkan kontaminasi atau iritasi pada saluran kemih.

Kencing bisa digunakan sebagai penilaian beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit saluran kencing, dan lain-lain. Tes kencing juga dapat digunakan untuk membedakan kehamilan dan penggunaan obat-obatan tertentu. Adanya bahan kimia tertentu, sisa metabolit obat tertentu, atau bagian yang tidak boleh ada dalam urin, misalnya glukosa atau mikroorganisme, membuat urin dapat digunakan untuk berbagai tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.